RANGKUMAN KONEKSI ANTAR MATERI
MODUL 3.1 PENGAMBILAN
KEPUTUSAN BERBASIS NILAI – NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
OLEH : FERDINAND KOLY,
S.Pd
CALON GURU PENGGERAK
ANGKATAN 10
SMKN ALOR BESAR
KABUPATEN ALOR
Bacalah kutipan ini dan
tafsirkan apa maksudnya
“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang
berharga/utama adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best)
-Bob Talbert-
Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang
sedang Anda pelajari saat ini?
Pembelajaran yang tidak
sekedar mengajar, namun juga mendidik. Bahwa penguasaan materi adalah penting
namun lebih penting mengarahkan kepada mereka/murid tentang hal – hal pokok
yang menyangkut karakter sehingga mereka dapat hidup di masyarakat dengan
damai, bermanfaat bagi sekitar, dan tentunya mengaplikasikan ilmu hasil
belajar. Lebih mudah memintarkan anak baik daripada membaikkan anak pintar.
Karakter yang bagus pada anak akan mendorong mereka belajar sepanjang hayat
untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, dan tidak menyalahgunakan potensi
tersebut. Oleh karena itu guru harus selalu berperan sesuai dengan patrap
triloka KHD yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri
handayani.
Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan
keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?
Dalam mengambil
keputusan dasar yang harus kita pegang adalah dapat dipertanggungjawabkan,
tidak bertentangan dengan nilai kebajikan, dan berpihak pada murid. Dengan 3
dasar ini kita dapat mengambil keputusan yang memaksimalkan dampak positif dan
meminimalkan dampak negatif. Adapun 3 prinsip pengambilan keputusan adalah
prinsip berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis aturan, dan berpikir
berbasis rasa peduli. Dengan 3 prinsip ini kita akan mengidentifikasi,
menganalisis, dan mengevaluasi setiap keputusan yang diambil. Pertimbangan dan
langkah sesuai dengan 9 langkah pengambilan keputusan dimana sebuah keputusan
tidak dihasilkan secara instan. Dengan demikian dampak yang dihasilkan diharapkan
menjadi win-win solution dan bukan win-lose solutio
Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi
pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?
Saya akan selalu
berpegang pada 3 dasar, 3 prinsip, 4 paradigma, dan 9 langkah mengambil
keputusan. Dengan demikian saya dapat mengambil keputusan dengan sebaik
mungkin. Dalam prosesnya saya akan melakukan proses coaching sehingga coachee
dapat menemukan solusi atas masalahnya sendiri dan mengembangkan potensi yang
dimiliki. Saya yakin langkah dan proses ini merupakan suatu pembelajaran juga
untuk murid atau rekan yang sedang menghadapi masalah. Dengan pengalaman
ini mereka dapat mengadopsi langkah – langkah mengambil keputusan terbaik untuk
masalah lain yang mungkin mereka hadapi di sekolah, keluarga, maupun
masyarakat.
Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.
Education is the art of
making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah
seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~
Menurut saya, pendidikan bersifat sebagai seni yang luwes, indah, bermakna dalam, berfungsi sebagai terapan maupun keindahan. Dengan segala dinamika dan sentuhannya kayu yang awalnya biasa dapat dibentuk sebagai barang tepat guna maupun ditonjolkan lekukannya untuk menjadi mahakarya yang indah. Seperti itu juga pendidikan dengan segala prosesnya dapat menguatkan karakter baik dan menekan karakter buruk murid, mempertajam pikiran dan menanamkan nilai – nilai kebajikan sehingga murid dapat menguasai ilmu dan teknologi, memanfaatkannya bagi kehidupannya di masyarakat, mendapatkan pengakuan dan penghargaan.
Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka
memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai
seorang pemimpin?
Patrap Triloka adalah
ajaran KHD yang memuat 3 hal yaitu ing ngarso sung tuladha (di depan memberi
contoh), ing masya mangun karsa ( di tengah memotivasi), dan tut wuri handayani
(di belakang memberikan dorongan). Sebagai seorang pemimpin harus bisa menjadi
teladan dan panutan, menjadi motivator yang selalu mengutamakan komunikasi
efektif agar selalu terjalin hubungan yang baik, serta mendorong untuk
berkembang bersama. Dengan patrap triloka ini diharapkan pengambilan keputusan
selalu berpihak pada murid.
Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada
prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
Dasar dalam pengambilan
keputusan mencakup 3 hal yaitu nilai – nilai kebajikan, berpihak pada murid,
dan dapat dipertanggungjawabkan. Nilai – nilai inilah yang akan menjadi dasar
penentuan benar/salah sehingga kita dapat membedakan kasus yang termasuk dilema
etika atau bujukan moral. Dengan nilai yang tertanam dalam diri kita,
memudahkan berpikir logis agar keputusan yang kita ambil benar – benar dapat
dipertanggungjawabkan.
Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’
(bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses
pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah
kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah
ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan
tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’
yang telah dibahas pada sebelumnya.
Coaching didefinisikan
sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada
hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa
kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari
coachee (Grant, 1999).
Coaching sebagai kunci
pembuka potensi seseorang untuk untuk memaksimalkan kinerjanya (Whitmore,
2003). Coaching sebagai “…bentuk kemitraan bersama klien (coachee) untuk
memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimilikinya melalui proses
yang menstimulasi dan mengeksplorasi pemikiran dan proses kreatif.”
(International Coach Federation -ICF).
Tujuan utama coaching
adalah membantu coacheeberpikir kritis dan kreatif untuk menemukan sendiri
solusi berdasarkan potensi yang dimiliki. Coachee sebenarnya sudah diarahkan
melakukan 9 langkah mengambil keputusan dengan proses coaching ini sehingga diharapkan
dapat mengambil keputusan yang terbaik dengan memaksimalkan dampak positif
untuk semua pihak.
Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial
emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya
masalah dilema etika?
Dalam pengambilan
keputusan diperlukan emosi yang stabil sehingga pengambil keputusan didasari
oleh kesadaran diri dan kesadaran sosial yang baik. Pada proses/langkah
pengambilan keputusan, pikiran jernih sangat berpengaruh pada identifikasi
dilema etika/bujukan moral, melakukan berbagai uji, dan prinsip yang akan
digunakan dalam penyelesaian suatu masalah. Dengan ketenangan hati maka peluang
mendapatkan opsi trilema semakin besar. Akan banyak ide muncul sebagai win –
win solution yang tentunya dinantikan oleh pihak – pihak yang terlibat masalah.
Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika
kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
Pada langkah pertama
pengambilan keputusan, seorang pemimpin harus bisa mengenali nilai – nilai
kebenaran yang saling bertentangan. Di sinilah nilai – nilai yang selama ini
tertanam berperan dalam identifikasi nilai benar/salah. Pada uji intuisi
seseorang akan membandingkan dan mengkonfirmasi apakah suatu keputusan sesuai dengan
kode etik keprofesian dan nilai – nilai kebajikan yang selama ini diyakini.
Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada
terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Suatu keputusan yang
tepat menekan dampak – dampak negatif sehingga mengusakan tidak ada pihak yang
sangat dirugikan. Hal ini akan mewujudkan rasa nyaman, dilindungi, adil, tanpa
protes yang akan mengakibatkan ketidaknyamanan di lingkungan tersebut. Kondisi
sedikit tidak nyaman tentunya akan dirasakan beberapa orang saat keputusan
dihasilkan, namun dengan proses adaptif dan prinsip mendapatkan hasil terbaik
maka seiring berjalannya waktu, akan tercipta suasana aman dan nyaman yang
dapat dirasakan oleh semua pihak.
Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat
menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah
kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Tantangan – tantangan di
lingkungan saya pada pengambilan keputusan kasus dilema etika adalah kebiasaan
yang selama ini berjalan dan pihak – pihak yang tidak mau keluar dari zona
nyaman. Kebiasaan yang terjadi adalah beberapa orang masih “berpikir sepele
untuk masalah – masalah yang mereka anggap kecil”. Mereka biasanya menganggap kasus
dibiarkan maka akan reda dengan sendirinya. Hal inilah yang membuat masalah
kecil tadi melebar dan menjadi suatu kebiasaan karena dimaklumi. Perubahan
paradigma jelas berpengaruh, biasanya ada beberapa orang yang kurang adaptif
dengen perubahan yang terjadi baik secara kurikulum maupun aturan kinerja yang
memang semua mengarah ke IT.
Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran
yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran
yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?
Pengambilan keputusan
yang mengikuti 3 dasar pengambilan keputusan pada akhirnya akan berpihak pada
murid. Hal ini tentu akan sejalan dengan pengajaran yang memerdekakan murid.
Pembelajaran yang tepat untuk potensi murid yang berbeda – beda adalah
dengan pembelajaran berdiferensiasi sehingga semua kebutuhan murid terpenuhi.
Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat
mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Seorang pemimpin pembelajaran
selalu mengusahakan keputusan yang berpihak pada murid. Dengan berbagai prinsip
pengambilan keputusan yaitu ends-based thinking, rule-based thinking, dan
care-based thinking maka keputusan selalu mengedepankan kebaikan untuk masa
depan murid. Guru sebagai fasilitator tentunya berperan sebagai penuntun
sekaligus teladan yang dapat diadopsi cara dan langkahnya dalam penyelesaian
masalah yang dihadapi oleh murid.
Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul
materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Kesimpulan akhir yang dapat saya tarik dari pemebelajaran modul 3.1 adalah
bahwa sebagai pemimpin pembelajaran, seorang guru harus dapat mengambil
keputusan yang sesuai dengan nilai – nilai kebajikan sehingga dapat dipertanggungjawabkan
dan berpihak pada murid. Sesuai dengan ajaran KHD bahwa pendidikan adalah menuntun
murid mencapai kebahagiaan (modul 1.1).
Sebagai penuntun murid, guru penggerak kita memiliki peran berpihak
pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif, dan inovatif (modul
1.2). Dalam pengambilan keputusan kita akan mengaplikasikan kelima
peran guru penggerak. Selain berpihak pada murid, guru harus mandiri dan
reflektif. Setiap keputusan yang diambil dievaluasi secara mandiri dan dibuat
refleksi untuk memastikan dampak positif dari pengambilan keputusan.
Guru diharapkan menjadi pemrakarsa perubahan, hal ini melibatkan banyak
pengambilan keputusan yang besar. Sebagai acuan guru dapat menyusun visi yang
berorientasi ke depan untuk diri, murid, dan sekolah secara keseluruhan.
Langkah yang dapat ditempuh adalah dengan BAGJA (Buat Pertanyaan –
Ambil Pelajaran – Gali Mimpi – Atur Eksekusi – Jabarkan Rencana) (modul
1.3). Melalui langkah – langkah ini dapat dipahami bahwa setiap
keputusan membuat suatu perubahan semuanya mengedepankan manfaat dan evaluasi
untuk memastikan apa yang dijalankan adalah sesuai dengan visi masa depan.
Visi akan terwujud jika budaya positif di sekolah sudah
terwujud. Ada keyakinan kelas maupun sekolah yang disepakati bersama. Jika ada
penyimpangan, dilakukan penyelesaian masalah dengan segitigita
restitusi sehingga pihak – pihak yang terlibat menyadari kesalahannya
dan menemukan solusi atas permasalahannya (modul 1.4). Disini
sering terjadi juga dilema etika dan bujukan moral yang harus dikenali dengan
baik oleh pemimpin pembelajaran sehingga keputusan yang dihasilkan adalah tepat
dan berdampak positif. Dengan demikian akan terwujud masyarakat sekolah yang
harmonis dan berdisiplin positif.
Visi dalam pembelajaran tentunya memenuhi kebutuhan setiap murid. Guru
dapat melakukan pembelajaran berdiferensiasi untuk
memfasilitasi murid dengan berbagai kemajemukan gaya belajar dan tingkat
kesiapan (modul 2.1). Dengan bantuan tes diagnostik dan
karakteristik materi yang akan dipelajari oleh murid, seorang guru harus
membuat suatu keputusan model dan strategi pembelajaran yang akan dipilih. Hal
ini tentu membutuhkan banyak pertimbangan dan perencanaan. Keputusan macam
diferensiasi yang akan dipilih dan dikembangkan dalam modul ajar atau RPP dapat
dievaluasi efektif atau tidaknya dengan evaluasi hasil belajar siswa.
Setiap keputusan yang baik tentunya dihasilkan oleh pikiran yang jernih dan
kondisi emosi yang stabil. Sebagai pemimpin pembelajaran yang berinteraksi
dengan murid yang beragam tentunya tidak jarang menemukan masalah – masalah
yang dapat mengganggu proses pembelajaran itu sendiri. Disinilah Kesadaran
Sosial Emosional (KSE) harus berjalan dengan baik (modul
2.2). KSE ini meliputi Kesadaran diri, Manajemen diri, Kesadaran
Sosial, Keterampilan Berelasi, dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggungjawab.
Dalam penyelesaian masalah seseorang harus hadir sepenuhnya (mindfullness)
sehingga fokus menjadi baik dan keputusan yang diambil sesedikit mungkin dampak
negatifnya.
Dampak negatif yang kecil dapat kita peroleh juga dengan proses coaching
yang baik, dimana coach berperan sebagai mitra yang siap membantu coachee untuk
meningkatkan performa kerja, menemukan solusi atas permasalahannya, dan
mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dalam pembelajaran utamanya,
peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan melalui supervisi
akademik (modul 2.3).
Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari
di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan
keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan
pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
Menurut pemahaman saya,
sebagai pemimpin pembelajaran, dalam membuat keputusan/penyelesaian masalah
dasar utamanya ada 3 hal yaitu nilai – nilai kebajikan, dapat
dipertanggungjawabkan, dan berpihak pada murid. Nilai – nilai kebajikan ini
digunakan untuk mengenali dua kasus yang bernilai benar namun bertentangan.
Nilai ini juga untuk dasar melakukan pengujian keputusan. Prinsip yang
digunakan diantaranya ends-based thinking, rule-based thinking, dan care-based
thinking. Dengan berbagai macam pertimbangan dan langkah – langkah diharapkan
hasil yang diperoleh merupakan keputusan terbaik dengan memaksimalkan dampak
positif dan win – win solution untuk semua pihak. Hal – hal tidak terduga yang
diluar dugaan adalah dengan komunikasi dan kolaborasi pengambilan keputusan
dapat lebih maksimal menghasilkan berbagai alternatif penyelesaian (opsi
trilema) sehingga kedua hal ini sangatlah penting dalam proses pengambilan
keputusan.
Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan
keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa
bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
Pernah, perbedaannya
adalah setelah mempelajari modul ini saya lebih terstruktur dan mempunyai
target waktu dalam penyelesaian persoalan. Saya juga lebih percaya diri
mengambil keputusan karena sudah melalui langkah – langkah pengujian yang
detail hingga mempertimbangkan dampak dan tindak lanjut dari sebuah keputusan.
Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan
apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah
mengikuti pembelajaran modul ini?
Setelah mempelajari
modul ini, saya lebih percaya diri dan berani membuat program – program untuk
pengembangan diri dan murid. Karena mengikuti 9 langkah, 4 paradigma, dan 3
prinsip saya menjadi lebih detail dan berhati – hati saat mengambil keputusan.
Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang
individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
0 Komentar untuk "KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI – NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN"