Jakarta - Dewan Adat Dayak Kalimantan
Timur mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi pemimpin ibu kota baru di
Kalimantan Timur. Ketua Korlabi yang mengatasnamakan Mujahid 212, Damai Hari
Lubis, menyebut Ahok tak memenuhi kriteria menjadi pemimpin ibu kota baru.
Lubis menilai calon pemimpin harus
dilihat track record-nya. "Kami yang menolak tidak berdasar faktor like
(atau) dislike. Tapi track record penyelenggara negara, memang mesti ada
tuntunan hukum dan kriteria-kriteria kepatutan," ujar Damai Hari Lubis
kepada detikcom, Jumat (13/3/2020).
"Ada pedoman asas-asas pemerintahan
yang baik. Contoh di dalam UU nomor 28 1999 tentang penyelenggara negara bebas
dan bersih bebas KKN. Ahok tidak memenuhi beberapa kriteria di dalamnya,"
katanya.
Damai Hari Lubis mengatakan pihaknya
menolak bukan karena persoalan pribadi. Lubis menyinggung beberapa temuan Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus yang dianggap justru belum
dipertanggungjawabkan oleh Ahok, seperti kasus pembelian lahan RS Sumber Waras.
"Misalnya temuan BPK. BPK adalah
lembaga negara yang kredibel, audit mereka tentunya data fakta dan hasilnya
tentu adalah sah secara hukum dan autentik. Silahkan patahkan dengan putusan
pengadilan atau pembatalan sendiri oleh BPK yang mengeluarkan hasil audit,"
tandasnya.
Politikus PDIP Hendrawan Supratikno
turut angkat bicara terkait penolakan dari Mujahid 212. Ia menyerahkan kepada
Presiden Jokowi untuk menentukan pimpinan ibu kota baru.
"Presiden tentu mempertimbangkan
semua aspek, semua masukan objektif dari banyak pihak. Semua berdasar
pertimbangan yg matang. Ini bukan soal like-dislike, prasangka atau dasar-dasar
yang sifatnya emosional," kata Hendrawan saat dihubungi terpisah lewat
pesan singkat.
Sebelumnya, Dewan Adat Dayak (DAD)
Kalimantan Timur tegas menyatakan dukungan untuk Basuki Tjahaja Purnama (BTP)
atau Ahok, untuk memimpin Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur. Ahok masuk
bursa pimpinan ibu kota baru.
Dewan Pertimbangan Adat, Abraham Ingan,
menyebut, pihaknya telah menyatukan dukungan dan menyatakan dukungan untuk
Ahok. Hal itu langsung ditegaskan oleh Ketua DAD Kaltim, Zainal Arifin, yang
juga menjabat sebagai anggota DPD RI Kaltim.
"Secara bulat kami mendukung BTP
menjadi Kepala Badan Otorita IKN dan kami berharap Pak Presiden Jokowi juga
memilih BTP," ujar Abraham di Gedung Graha Tebengang, Jalan Tekukur,
Samarinda (13/3/2020).
Sumber: news.detik.com
0 Komentar untuk "Ahok Didukung Dewan Adat Dayak Pimpin Ibu Kota Baru, 212: Tak Penuhi Kriteria."