
Ricuh di Gereja Katolik Paroki
Santo Joseph, Tanjung Balai, Karimun.
Jakarta - Keributan sempat terjadi di
Gereja Katolik Paroki Santo Joseph, Tanjung Balai Karimun, Karimun, Kepulauan
Riau. Namun, setelah dialog digelar, keributan tersebut reda.
"Sekarang sudah aman, sejak 17.30
WIB sudah pulang ke rumah masing-masing. Setelah ada kejadian itu, kita dengan
bupati, pastor paroki, dengan ketua adat melayu, dengan ketua APK, kemudian
ketua FUIB, dan perwakilan masyarakat langsung melakukan pertemuan," kata
Kapolres Karimun AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto saat dihubungi, Kamis
(6/2/2020).
AKBP Yos Guntur mengatakan, dalam
pertemuan itu, semua pihak sepakat menahan diri. Diketahui, Aliansi Peduli
Karimun (APK) mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjung
Pinang atas izin renovasi gereja yang dikeluarkan Pemkab Karimun.
"Jadi sama-sama menahan diri sambil
menunggu hasil gugatan PTUN terhadap IMB itu," ujarnya.
Keributan hari ini, lanjutnya, dipicu
oleh kesalahpahaman. Ada pihak masyarakat yang menduga pihak gereja ingin
melakukan pembangunan.
"Tadi kan ada kegiatan dari salah
satu orang panitia gereja yang berniat mau membongkar seng bekas olahan dekat
gereja situ sehingga itu dianggap mau melakukan pembangunan, sehingga masyarakat
yang kontra memprotes, teriak-teriak gitu lah. Tidak ada kekerasan, tidak ada
perusakan. Meminta supaya kegiatan dihentikan dulu sama-sama menghormati hasil
kesepakatan itu," jelas AKBP Yos Guntur.
Lebih lanjut, AKBP Yos Guntur
menjelaskan, gugatan ke PTUN diajukan APK karena mereka tidak setuju gereja
yang berusia hampir 100 tahun itu direnovasi total di lokasi saat ini. Maka
ditawarkan solusi pembangunan gereja di lahan baru dan gereja yang lama tetap
dilakukan renovasi.
"(APK) menolak IMB itu dan menuntut
supaya Pak Bupati mencabut IMB. IMB itu kan sudah keluar tiga bulan lalu.
permohonannya sudah dari delapan tahun. Setelah IMB keluar, ada pihak
masyarakat yang tidak sepakat dilakukan renovasi total di situ. Kareha keluar
dari pelabuhan itu kan nampak gereja itu, jadi dianggap mengubah ikon,"
ujarnya.
"Dan dari pihak pemerintah sudah
menawarkan dilakukan relokasi. Gereja ditawarkan lahan lebih luas. Dan gereja
lama bisa diperbaiki dan dijadikan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai
sejarah," sambung dia.
Terkait tawaran ini, pihak gereja juga
sedang mempertimbangkan solusi yang ditawarkan. Dalam waktu dekat, Pemkab
Karimun bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan pihak terkait lainnya akan
melakukan pertemuan lanjutan.
"Ya itu (pembangunan gereja di
lokasi baru dan renovasi gereja lama) yang baru ditawarkan sebagai solusinya.
Tapi dari pihak pastor kan akan melapor ke uskup. Begitu," kata AKBP Yos
Guntur.
Sumber : news.detik.com
0 Komentar untuk "Renovasi Gereja di Karimun Kepri Ditolak Warga"