Israel memperluas operasi militernya di Lebanon dan kini melancarkan serangan yang lebih dalam dibandingkan periode mana pun dalam lebih dari 25 tahun terakhir.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan Israel untuk terus bergerak maju ke wilayah Lebanon selatan.
Serangan udara besar-besaran dilaporkan menghantam sejumlah kawasan permukiman di Kota Tyre, salah satu kota terbesar di Lebanon bagian selatan.
Bangunan apartemen mengalami kerusakan.
Sebuah kompleks keagamaan juga terkena dampak.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan serangan udara di dekat Rumah Sakit Ham mengakibatkan sedikitnya 13 tenaga medis terluka.
Di saat yang sama, gelombang baru perintah evakuasi dikeluarkan bagi warga yang tinggal di wilayah selatan Lebanon.
Namun perkembangan paling mengejutkan datang dari medan perang.
Pasukan Israel mengumumkan telah merebut Kastil Beaufort.
Benteng bersejarah peninggalan era Perang Salib yang berdiri di puncak gunung strategis Lebanon selatan.
Lokasi ini bukan sekadar situs sejarah.
Selama puluhan tahun, Kastil Beaufort dianggap sebagai posisi militer yang sangat penting karena mengawasi sebagian besar Lembah Sungai Litani.
Wilayah yang selama ini menjadi salah satu garis pertahanan utama di Lebanon selatan.
Menurut laporan dari Beirut, Israel kini menguasai sekitar 500 hingga 600 kilometer persegi wilayah Lebanon.
Angka tersebut mendekati luas wilayah yang pernah diduduki Israel selama periode pendudukan antara tahun 1982 hingga 2000.
Yang lebih penting lagi—
Pasukan Israel dilaporkan telah bergerak melewati Sungai Litani.
Langkah yang oleh banyak pengamat dianggap sebagai perubahan besar dalam strategi militer Israel.
Sepanjang hari, serangan baru terus dilaporkan.
Di kota Deir Ez-Zahrani yang berada di utara Sungai Litani, sedikitnya delapan orang tewas.
Beberapa korban lainnya mengalami luka-luka.
Termasuk perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, kelompok Hizbullah juga dilaporkan meluncurkan sejumlah serangan ke arah wilayah Israel.
Konflik kini terus berkembang menjadi pertarungan yang semakin luas dan semakin berbahaya.
Reaksi internasional mulai bermunculan.
Prancis secara resmi meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Permintaan itu muncul setelah meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi yang terus terjadi di Lebanon.
Kastil Beaufort sendiri merupakan situs warisan budaya yang dilindungi UNESCO.
Karena itu, penguasaan wilayah tersebut langsung menarik perhatian komunitas internasional.
Namun yang lebih mengkhawatirkan—
Sejumlah sumber keamanan di Beirut menilai perebutan Kastil Beaufort bisa menjadi sinyal bahwa Israel sedang menyiapkan fase baru dalam operasinya di Lebanon.
Muncul kekhawatiran bahwa pendudukan kali ini dapat berlangsung lebih lama dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.
Di tengah situasi tersebut, warga sipil Lebanon menjadi pihak yang paling terdampak.
Puluhan ribu penduduk dari kota-kota besar seperti Tyre dan Nabatieh kini terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Mereka bergerak ke wilayah utara Sungai Litani untuk mencari perlindungan.
Gelombang pengungsian ini memberikan tekanan besar terhadap pemerintah Lebanon yang saat ini menghadapi keterbatasan infrastruktur dan sumber daya.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah korban tewas sejak konflik ini dimulai telah mencapai 3.412 orang.
Angka yang terus bertambah dari hari ke hari.
Menariknya, sumber-sumber diplomatik menyebut situasi di Lebanon kini juga menjadi salah satu isu penting dalam pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat.
Artinya—
Konflik ini tidak lagi hanya menjadi persoalan Lebanon dan Israel.
Tetapi mulai memengaruhi dinamika diplomatik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Dunia kini menunggu.
Apakah perebutan Kastil Beaufort hanyalah operasi militer terbatas?
Ataukah ini merupakan awal dari fase konflik yang lebih panjang dan lebih berbahaya di Lebanon?
Jawabannya mungkin akan menentukan arah stabilitas Timur Tengah dalam beberapa bulan ke depan.

0 Komentar untuk "ISRAEL REBUT KASTIL BEAUFORT! Invasi Terdalam ke Lebanon dalam 25 Tahun"