
Ilustrasi
Jambi - Seorang perempuan muda menangis
sesenggukan di pos penjagaan Polres Tebo Jambi. Kedatangannya ke kantor polisi
untuk melaporkan aksi bejat ayah tirinya.
"Jadi awalnya kita ini mendapatkan
laporan dari korbannya ini sendiri. Jadi korban ini datang ke Polres sambil
menangis di pos penjagaan. Lalu petugas bertanya kepada korban, ternyata korban
mau melaporkan ayah tirinya karena sudah menyetubuhinya. Laporan itu kita
terima dan pelaku kemudian kita tangkap," kata Kasat Reskrim Polres Tebo
Jambi, AKP M Riedho Syawaluddin Taufan kepada detikcom, Jumat (26/06/2020).
Pelaku yang berusia 44 tahun itu
ditangkap polisi di kediamannya. Dari keterangan korban kepada polisi, ayah
tirinya itu telah menyetubuhi anaknya sebanyak 10 kali. Si anak diancam agar
tutup mulut.
"Korban ini disetubuhi sebanyak 10
kali. Setiap akan disetubuhi si korban selalu mendapatkan ancaman, karena
korban tertekan dan takut, korban ini selalu dibawa pelaku ke kebunnya untuk
melakukan aksi itu. Perbuatan pelaku itu juga sampai tidak diketahui
istrinya," ujar Riedho.
Korban sempat mengadu kepada ibunya atas
perbuatan ayah tirinya itu. Namun pengaduan itu dianggap angin lalu oleh
ibunya. Hingga akhirnya korban memberanikan diri melapor ke polisi.
"Kata si korban ini, ia pernah
mengadukan atas perbuatan si ayah tirinya itu tetapi ibunya seperti tidak
percaya. Kemudian karena merasa tak tahan atas perbuatan pelaku terus menerus
akhirnya si anak itu beranikan sendiri melapor ke kita sambil menangis
gitu," terang Riedho.
Di hadapan polisi, pelaku menyangkal
pemerkosaan. Pelaku mengklaim hubungan intim itu terjadi atas dasar suka sama
suka.
"Kalau pengakuan pelaku gitu ya
silakan-silakan saja. Yang jelas dari hasil laporan korban dan dari hasil
penyelidikan pelaku ini menjalankan aksi bejatnya itu kepada korban dengan cara
diancam," jelas Riedho.
Pelaku kini tengah mendekam di tahanan,
dengan ancaman hukuman selama 15 tahun karena dijerat UU Perlindungan Anak.
Sumber : news.detik.com
0 Komentar untuk "Melapor Diperkosa Ayah Tiri, Perempuan Muda Nangis di Kantor Polisi."