
Jakarta - Pasien
Corona kasus 25 meninggal dunia. Pemerintah mengumumkan kabar tersebut sore
tadi. Pasien wanita berusia 53 tahun tersebut meninggal di Bali.
Juru Bicara
Pemerintah untuk Penanganan Corona dr Achmad Yurianto mengatakan pasien
tersebut adalah seorang WNA dengan kategori imported case alias tertular di
luar Indonesia.
Selain itu, Yuri
menyebut pasien tersebut memiliki penyakit bawaan, seperti diabetes,
hipertiroid, dan paru. Dia menegaskan pasien Corona yang meninggal dipastikan
memiliki penyakit penyerta.
"Tidak
pernah kita dapatkan meninggal karena Coronavirus sendiri. Selalu
komplikasi," kata Yuri.
Sementara itu,
Sekda Bali Dewa Made Indra mengatakan pasien Corona yang meninggal tersebut
adalah pasien RS Sanglah Bali. Dia menyebut pasien itu meninggal pada Rabu dini
hari.
"Ya tadi
pagi pukul 02.45 Wita saya mendapatkan informasi dari rumah sakit Sanglah bahwa
salah satu pasien dalam pengawasan COVID-19 meninggal dunia pada pukul 02.45
Wita, ini adalah warga negara asing berjenis kelamin perempuan usianya 53
tahun," kata Sekda Bali Dewa Made Indra kepada wartawan di Kantor Gubernur
Bali, Denpasar, Rabu (11/3/2020).
Dewa Made Indra
mengaku baru mendapat info bahwa yang bersangkutan positif Corona pagi tadi
atau setelah pasien meninggal.
"Sampai tadi
pagi meninggal dunia, dalam catatan kami di RS pasien ini yang belum keluar
hasil labnya, sehingga statusnya masih pengawasan. Ketika tadi meninggal dunia,
maka kami mencoba untuk koordinasi dengan konfirmasi dengan Dirjen Kesehatan
P2P Kemenkes, baru kemudian diinfokan bahwa pasien ini kemarin termasuk salah
satu yang diumumkan positif Covid-19, yakni pasien kasus nomor 25," kata
Made Indra.
"Jadi
setelah meninggal kami baru tau bahwa ini adalah positif COVID-19, tapi jangan
lupa orang ini memang sudah menderita 4 penyakit," imbuh Dewa Made Indra.
Pemprov Bali
melacak jejak WNA yang telah meninggal ini. Pelacakan dimulai dari penginapan
WNA itu hingga di Rumah Sakit Sanglah.
"Tracing itu
sudah menemukan orang-orang atau pihak-pihak yang pernah berinteraksi
dengannya, maka sesuai dengan protap terhadap orang-orang ini sudah dilakukan
tindakan-tindakan sesuai dengan prosedur," ujarnya.
Kenapa Pemda baru
tahu bahwa pasien positif pagi tadi?
Dokter Achmad
Yurianto menjelaskan dokter penanggung jawab pasien sudah tahu akan hal itu.
Sebab, menurut dia, apabila tim dokter tidak tahu, protokoler perawatan pasien
bisa tak sesuai SOP.
"Seperti
ini dokter penanggung jawab langsung tahu. Karena kalau dokternya tidak tahu
dia tak bisa menentukan bagaimana perawatan protokol perawatannya dan tak bisa
tahu mengapa pasien ini harus diisolasi," jelasnya.
Sumber : news.detik.com
0 Komentar untuk "Menelusuri Jejak Pasien Corona Kasus 25 Meninggal di Bali."