
Kupang - Seorang pria berinisial GA (21)
tewas dikeroyok warga di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga
mengejar dan mengeroyok GA karena diduga maling.
Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH
Manurung mengatakan korban ditemukan berada di kolong ranjang pasangan
suami-istri (pasutri) AB dan MD. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Camplong 1,
Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT, pada Selasa (28/1) malam.
GA diduga masuk kamar untuk mengencani
istri AB, MD. Dia masuk ke kamar tersebut saat terjadi pemadaman lampu
bergilir.
"Memang itu kan malam hari, sedang
mati lampu," kata AKBP Aldinan saat dihubungi, Sabtu (1/2/2020).
Polisi menyebut MD memang ada komunikasi
dengan GA. Namun MD tak menginginkan kehadiran GA. Meski begitu, GA tetap nekat
datang ke rumah MD.
Singkat waktu, AB pulang kerja. Kemudian
dia mengajak istrinya masuk kamar untuk tidur. AB mengetahui GA ada di kolong
kasurnya ketika hendak mengambil benda kaleng yang terjatuh.
"Jadi tanpa sepengetahuan suami (GA
bersembunyi di kolong), kemudian ada suara seperti benda kaleng. Kemudian
diambil itu barang, ketahuan," kata AKBP Aldinan.
Persembunyiannya terungkap, GA kabur. AB
mengejar sambil meneriaki GA sebagai maling. Teriakan tersebut memancing
perhatian warga sehingga ikut mengejar GA. Setelah menangkap, AB bersama warga
pun mengeroyok GA.
"Suami berteriak maling. Tidak ada
(barang diambil). Mungkin supaya menarik perhatian dari masyarakat sekitar.
Kemudian dikejarlah, kemudian dimassa. Meninggal sudah luka parah, meninggal
dalam perjalanan ke RS," beber AKBP Aldinan.
Dalam kasus ini polisi sudah menetapkan
enam orang sebagai tersangka. Mereka dikenai Pasal 170 KUHP tentang
pengeroyokan. Polisi menyatakan tidak menutup kemungkinan tersangka bertambah.
"Sementara ini, kami mengamankan
ada enam orang jadi tersangka. Mungkin besok kami gelar perkara lagi. Kalau
kata saksi dan hasil olah TKP, ada sebelas orang yang diduga terlibat
penganiayaan," ujar AKBP Aldinan.
0 Komentar untuk "Tewas Dikeroyok, Pria Selingkuhan di Kupang Masuk Kolong Kasur Saat Mati Lampu."